Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi biaya produksi dengan membandingkan penerapan metode perhitungan biaya konvensional dan metode Activity-Based Costing (ABC) pada UMKM Kopi Sahabat Baru yang berada di Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, serta data sekunder yang berasal dari literatur ilmiah dan dokumen pendukung terkait. Proses analisis dilakukan dengan menghitung HPP menggunakan metode tradisional dan metode ABC berdasarkan aktivitas utama dalam kegiatan produksi, antara lain proses penyangraian, pendinginan, penggilingan, pengayakan, pengemasan, hingga distribusi produk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa walaupun total HPP dan laba bersih yang dihasilkan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, metode ABC mampu memberikan pembebanan biaya yang lebih tepat karena alokasi biaya disesuaikan dengan tingkat pemanfaatan aktivitas secara nyata. Selain itu, metode ABC juga dapat mengungkap aktivitas yang menyerap biaya paling besar, yaitu tahap penyangraian, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan manajemen dalam pengendalian biaya dan peningkatan efisiensi produksi. Oleh karena itu, penerapan metode Activity-Based Costing dinilai lebih efektif dalam mendukung efisiensi biaya produksi, penentuan harga jual yang lebih akurat, serta pencapaian margin laba yang optimal pada UMKM Kopi Sahabat Baru.
Copyrights © 2025