Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi nilai kearifan lokal dalam tradisi lisan Lantang Kada’ Nenek masyarakat Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tradisi ini merupakan warisan budaya lisan yang sarat nilai sosial, budaya, dan spiritual. Penelitian menggunakan teori naratif Gerard Genette (order, duration, frequency, mood, voice) untuk menganalisis struktur penceritaan adat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sosial tercermin dalam semboyan “Mesa kada’ dipotuho’, pantang kada’ di pomate” yang menekankan persatuan. Nilai budaya tampak pada fungsi kelembagaan adat melalui semboyan “Kurru sumanga polei paraja”. Sementara itu, nilai spiritual diwujudkan dalam keyakinan religio-magis bahwa keputusan adat selalu diridai leluhur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Lantang Kada’ Nenek tidak hanya berfungsi sebagai sarana penceritaan, tetapi juga sebagai media pendidikan, pengelolaan sosial, pewarisan budaya, dan penjaga spiritualitas. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat studi sastra lisan Indonesia melalui penerapan teori naratif Genette dalam konteks lokal.
Copyrights © 2025