Evaluasi slip velocity merupakan aspek kritis dalam menjamin efisiensi pengangkatan cutting selama operasi pemboran. Penelitian ini menganalisis kinerja transportasi cutting pada Sumur BSU Lapangan Bunyu, Tujuannya untuk mengetahui apakah serbuk bor terangkat dengan baik atau tidak, sudah optimal atau belum dengan membandingkan dua cara. Metode yang digunakan metode Chien Correlation dan metode Moore Correlation dengan mengintegrasikan parameter rheologi lumpur dan geometri sumur, dimana data dari pengamatan langsung dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada interval kedalaman 5762-8823 ft, nilai slip velocity Chien (0,092-0,156 ft/detik), sedang nilai slip velocity Moore (0.0054-0.0126 ft/detik), secara konsisten lebih rendah dibandingkan kecepatan kritis (3.6758-4.7727 ft/detik), dengan cutting transport ratio Chien mencapai 90,07-93,90%, sedangkan cutting transport ratio Moore mencapai 99.2609 % sampai 99.66% Kondisi ini mengindikasikan pengangkatan cutting yang optimal dan aliran laminer yang terjaga, sehingga berhasil mencegah risiko pipe sticking dan mempertahankan integritas formasi. Temuan penelitian merekomendasikan penerapan metode ini sebagai standar evaluasi hidrolika pemboran dengan memperhatikan variasi karakteristik formasi pada studi lanjutan
Copyrights © 2025