Artikel ini membahas tentang perkembangan dan kontribusi MULO bagi masyarakat di Kota Surabaya. Latar belakang penulisan ini karena ketika pada era Politik Etis banyak berdirinya sekolah-sekolah Eropa di Surabaya antara lain MULO. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik, verifikasi sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan MULO Praban pada tahun 1916 mulai diresmikan oleh pemerintah. Pada tahun selanjutnya mulai didirkannya beberapa MULO antara lain Christelijke MULO, Roomsch Katholieke MULO, MULO Ketabang, dan Inheemsche Muloscholen. Pemerintah membagikan MULO dalam dua kategori yaitu MULO Openbare (Umum) dan MULO Bijzondere (Khusus). Keberadaan MULO di Surabaya memiliki kontribusi bagi penduduk masyarakat di Kota Surabaya antara lain munculnya mobilitas sosial, munculnya jiwa nasionalisme pada murid MULO, dan terbukanya kesempatan lapangan bekerja.
Copyrights © 2025