Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur (literature review) untuk menganalisis bagaimana integrasi triple people yang terdiri atas people government, people business, dan people community yang berperan dalam pengembangan pariwisata halal di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai salah satu destinasi wisata halal unggulan di Indonesia, NTB membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan layanan, peningkatan kualitas destinasi, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Kajian ini mengumpulkan dan mensintesis berbagai sumber ilmiah, termasuk artikel jurnal, laporan kebijakan, dokumen pemerintah, serta publikasi terkait keuangan syariah dan pariwisata halal. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi triple people diperkuat oleh peran strategis lembaga keuangan syariah yang berfungsi sebagai penghubung antarpemangku kepentingan. Pada aspek people business, literatur menegaskan bahwa pembiayaan syariah melalui skema seperti murabahah, musyarakah, dan mudharabah mampu meningkatkan kapasitas usaha, kualitas layanan, dan keberlanjutan operasional UMKM halal. Pada aspek People Community, layanan keuangan digital berbasis syariah seperti mobile banking syariah dan QRIS syariah mempermudah transaksi wisatawan, meningkatkan efisiensi usaha masyarakat, dan memperkuat kepercayaan terhadap integritas halal. Sementara pada aspek People Government, literatur menunjukkan bahwa lembaga perbankan syariah mendukung kebijakan pemerintah melalui program literasi keuangan halal, pelatihan manajemen usaha, serta pendampingan sertifikasi halal yang meningkatkan kesiapan UMKM dalam memenuhi standar regulasi. Secara keseluruhan, hasil kajian literatur ini menyimpulkan bahwa integrasi triple people melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat, dan lembaga keuangan syariah menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem pariwisata halal yang berkelanjutan di NTB.
Copyrights © 2025