Perkembangan aktivitas industri dan bisnis memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan akuntansi yang tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan operasional perusahaan. Salah satu pendekatan yang berkembang untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah akuntansi hijau (green accounting). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep akuntansi hijau, manfaat yang dihasilkan, prinsip-prinsip yang mendasarinya, serta penerapannya di perusahaan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan topik akuntansi hijau. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi hijau berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, mengendalikan risiko lingkungan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan, serta mendukung penerapan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, penerapan prinsip-prinsip akuntansi hijau memungkinkan perusahaan menyajikan informasi keuangan, sosial, dan lingkungan secara terintegrasi sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab. Dengan demikian, akuntansi hijau dapat dipandang sebagai instrumen strategis dalam mendukung keberlanjutan usaha perusahaan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2026