Gempa bumi besar yang terjadi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 menimbulkandampak tragis dengan ribuan korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan rumah yangparah. Gempa susulan terjadi hingga satu bulan setelahnya, termasuk gempa pada 10Juni 2006 dengan magnitudo M3,2. Studi ini menganalisis tren dan distribusi gempasusulan tersebut dengan menggunakan perangkat lunak SeiscomP4. Hasil pemetaanmenunjukkan bahwa gempa tersebut terutama terjadi dalam rentang magnitudo M1– M3 dengan karakteristik gempa mikro, dominan dangkal, dan tersebar di FormasiKepek dan Wonosari. Terdapat tren peningkatan aktivitas seismik yangmencerminkan dinamika seismik dan kondisi geologi di Yogyakarta.
Copyrights © 2025