Indonesia, sebagai negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng, memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran nilai frekuensi dominan (f₀) dan faktor amplifikasi (A₀) di Dusun Bengle, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, menggunakan metode mikrotremor. Pengukuran mikrotremor dilakukan di 60 titik dengan interval jarak 50-200 meter. Data yang diperoleh, diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapatkan nilai frekuensi dominan dan amplifikasi. Hasil pengolahan kemudian direpresentasikan dalam bentuk peta kontur. Nilai frekuensi dominan berkisar antara 0.5 hingga 12.73 Hz, dengan titik tertinggi terdapat pada Formasi Nglanggran. Faktor amplifikasi bervariasi antara 0.8 hingga 15. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik geologis kawasan longsor dan potensi risiko yang ada, yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan mitigasi bencana yang lebih efektif.
Copyrights © 2025