Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan metode penyusutan asset tetap dan dampaknya terhadap laba PT. Gading Sakti Menara Emas Lubuk Linggau, Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan data sekunder yaitu daftar asset tetap dan laba tahun 2022-2024, Teknik pengumpalan data dengan cara dokumentasi, wawancara dan studi pustaka dengan menggunakan metode kuantitatif. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode penyusutan garis lurus akan menghasilkan beban penyusutan lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode jam kerja mesin dan jumlah unit produksi. Metode penyusutan garis lurus lebih sederhana dan stabil dalam menghasilkan beban penyusutan dari tahun 2022-2024 yaitu sebesar Rp. 5.334.648.000, Sedangkan Jumlah beban penyusutan menurut metode Jam kerja Mesin untuk Tahun 2022 sebesar Rp. 5.171.721.073, tahun 2023 sebesar Rp. 4.975.037.859, dan tahun 2024 sejumlah Rp. 4.952.303.484 serta berdasarkan Metode Jumlah Unit Produksi beban penyusutannya tahun 2022 sebesar 5.188.613.586, Tahun 2023 sebesar Rp. 5.075.760.457 dan untuk Tahun 2024 sebesar Rp. 5.028.844.584. Penerapan metode penyusutan akan berdampak pada besar atau kecilnya laba yang diperoleh Perusahaan. Seharusnya dalam penerapan metode penyusutan aset tetap, perusahaan harus mempertimbangkam kriteria dan klasifikasi asset tetap.
Copyrights © 2025