Penelitian ini membahas bagaimana mahasiswa memandang peran Pendidikan Pancasila dalam memperkuat pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) dan prinsip keadilan sosial dalam sistem pendidikan Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, studi ini menelusuri persepsi mahasiswa terhadap relevansi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan kelima, dalam membentuk karakter, kesadaran kritis, serta sikap inklusif dalam lingkungan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menilai Pendidikan Pancasila tidak hanya sebagai mata kuliah normatif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan etika sosial, penghormatan terhadap martabat manusia, dan penguatan kepekaan terhadap ketidaksetaraan sosial. Namun demikian, mahasiswa juga melihat adanya tantangan berupa kurangnya metode pembelajaran yang kontekstual, sehingga nilai-nilai HAM dan keadilan sosial belum sepenuhnya diinternalisasi secara mendalam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan model pembelajaran berbasis dialog, studi kasus, serta integrasi isu-isu sosial aktual agar Pendidikan Pancasila semakin relevan dan berdampak bagi generasi muda.
Copyrights © 2025