Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) penyakit yang dapat dicegah dan dapat disembuhkan. Tahun 2023 TB kembali menjadi penyebab kematian utama di dunia akibat satu agen infeksius. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa kinerja petugas dalam mengelola program TB paru di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang masih rendah, khususnya dalam capaian penemuan kasus melalui aplikasi SITB. Tujuan: Menganalisis Kinerja Pengelola Program TBC dan mengetahui faktor yang berhubungan dengan rendahnya capaian penemuan kasus pada penggunaan aplikasi SITB program TBC. Metode: Desain penelitian kuantitatif metode survey analitik pendekatan cross sectional. Sampel penelitian Petugas pengelola program TBC, petugas laboratorium, operator SITB dan kepala puskesmas yang berlokasi di 10 puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang. Penelian dilakukan Maret-Mei 2025. Hasil: Analisis bivariat didapatkan pengetahuan (ρ=0,025), pelatihan (ρ=0,014), kompensasi (ρ=0,009), fasilitas (ρ=0,024) dan masa kerja(ρ=0,011). Analisis multivariat pengetahuan (ρ=0,034) terendah dan (OR 24,019). Pengetahuan paling dominan berhubungan dengan kinerja. Saran: Untuk meningkatkan kinerja petugas pengelola program TBC di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang kapasitas kinerja petugas melalui peningkatan pengetahuan dengan cara diadakan pelatihan terkait program, validasi data berkala dan update informasi terbaru seputar program dan tupoksi petugas pengelola program TBC. Kata Kunci: Kinerja, Pengelola Program, Kasus TBC
Copyrights © 2025