Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi tantangan dalam sistem kesehatan global. Salah satu indikator penting dalam evaluasi pengendalian glukosa darah jangka panjang adalah kadar HbA1c. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi faktor risiko yang berkaitan dengan kadar HbA1c pada pasien dewasa dengan DM tipe 2 di RS X Palembang. Metode: Studi ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 78 responden berusia 40–59 tahun diikutsertakan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner CANRISK, GPAQ, serta pengukuran HbA1c dari rekam medis, dan dianalisis secara univariat. Hasil: Data menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki HbA1c tidak terkontrol (73,1%). Sebagian besar responden adalah perempuan (59%), berpendidikan tinggi (≥SMA) (67,9%), mengalami obesitas umum (55,1%) dan sentral (48,7%), beraktivitas fisik kurang (57,7%), serta mengonsumsi buah dan sayur setiap hari (69,2%). Saran: Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan gaya hidup sehat dalam manajemen DM tipe 2. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat untuk memahami hubungan antar faktor secara lebih mendalam. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c
Copyrights © 2025