Penyakit gagal ginjal kronik (PGK) merupakan masalah global, termasuk di Indonesia. Hemodialisa menjadi upaya vital dalam mempertahankan kualitas hidup pasien PGK, namun studi menunjukkan bahwa pasien hemodialisa cenderung memiliki kualitas hidup yang buruk, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota Bandung. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 46 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan pasien diukur menggunakan kuisioner Hamilton Rating Scale of Anxiety (HARS), sementara kualitas hidup pasien diukur menggunakan WHOQOL-BREF. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan nilai p=0.000 dan r=?0.769, mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa. Arah korelasi negatif yang kuat (r=?0.769) menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin buruk kualitas hidup pasien. Data juga menunjukkan 23 responden (50.0%) mengalami kecemasan sangat berat dan 45 responden (97.8%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Disarankan peningkatan pelayanan asuhan keperawatan, termasuk terapi foot message untuk mengurangi kecemasan pasien.
Copyrights © 2025