Bencana banjir yang melanda wilayah Tapanuli Selatan pada tahun 2025 berdampak signifikan terhadap keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Tolang Julu, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal. Pascabencana, pelaku UMKM menghadapi keterbatasan sarana produksi, rendahnya inovasi produk, sempitnya jangkauan pemasaran, serta dampak psikososial yang menurunkan motivasi berusaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pemberdayaan UMKM kuliner lokal pascabencana melalui pengembangan inovasi produk frozen food dan penerapan pemasaran digital terintegrasi teknologi blockchain dalam ekosistem marketplace desa. Metode penelitian menggunakan pendekatan partisipatif dan deskriptif dengan tahapan preparasi objek dan sistem, pelatihan dan pendampingan produksi frozen food berbasis bahan pangan lokal, serta penerapan pemasaran digital berbasis desa. Teknik karakterisasi dilakukan terhadap aspek produksi, pemasaran, dan dampak sosial-ekonomi melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta replikasi kegiatan produksi dan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan inovasi frozen food mampu meningkatkan kapasitas produksi dan daya simpan produk UMKM kuliner lokal. Pemasaran digital melalui marketplace desa yang didukung sistem pencatatan transaksi berbasis blockchain menghasilkan pengelolaan pemasaran yang lebih tertata, transparan, dan mudah ditelusuri. Selain itu, keterlibatan aktif kelompok perempuan dan keluarga penyintas dalam kegiatan produktif berkontribusi terhadap pemulihan sosial dan psikososial masyarakat pascabencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi inovasi produk, pemasaran digital, dan teknologi blockchain berpotensi menjadi model pemberdayaan UMKM desa yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan dalam mendukung pemulihan ekonomi pascabencana, serta dapat direplikasi pada desa lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2026