Penurunan performa pada kendaraan klasik, seperti Mitsubishi Lancer SL yang dilengkapi mesin 4G33 (1439 CC), sebagian besar disebabkan oleh degradasi komponen dan penumpukan karbon akibat perawatan yang tidak memadai. Penelitian ini mengevaluasi pemulihan performa mesin melalui prosedur perbaikan menyeluruh yang terintegrasi dengan kerangka kerja Manajemen Perawatan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Dengan menggunakan desain pra-uji dan pasca-uji eksperimental, penelitian ini menerapkan protokol 5S mulai dari pemisahan komponen dan penghilangan karbon hingga standardisasi perakitan, yang mencakup penggilingan kepala silinder 2 mm dan pengasahan katup. Hasil penelitian menunjukkan pemulihan yang substansial dalam metrik mekanis: tekanan kompresi meningkat dari 7,5 Bar menjadi 11,5 Bar, dan efisiensi bahan bakar meningkat sebesar 22% (1,9 km/L menjadi 1,11 km/L). Lebih lanjut, efisiensi termal meningkat, dibuktikan dengan penurunan suhu operasi dari 92,5°C menjadi 85°C. Pengujian dyno mengkonfirmasi penyelesaian masalah selip kopling dan peningkatan penyaluran daya. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip 5S ke dalam proses perbaikan secara efektif mengembalikan spesifikasi teknis dan mengoptimalkan efisiensi operasional.
Copyrights © 2025