This study aims to analyze the effectiveness of sudden inspections (sidak) conducted by the Vice Regent of Kuningan in improving civil servant discipline, as well as their impact on public service quality and citizens’ perception of bureaucratic performance. Effectiveness indicators include employee attendance and discipline, compliance with work procedures, service quality, and public satisfaction. The study is motivated by the existence of indiscipline practices and low service quality in several government units, resulting in public dissatisfaction. The research employs a descriptive-analytical method with a juridical-normative approach, focusing on the interpretation of regulations related to sidak implementation while examining its practical execution in the field. The results indicate that sidak conducted directly by the Vice Regent significantly improves employee discipline, enhances service quality, and strengthens bureaucratic image. Public perception of bureaucratic performance, thereby reinforcing good governance principles. The study’s limitation lies in its qualitative data derived primarily from documentation and limited interviews, making generalization cautious. In conclusion, sidak serves as a strategic instrument to enhance bureaucratic becomes more positive as citizens feel involved in monitoring and improving public services. The study also indicated that sidak encourages public participation in evaluating local government performance discipline and foster positive public perception of service quality and governance in Kuningan Regency. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Wakil Bupati Kuningan dalam meningkatkan kedisiplinan aparatur pemerintah daerah, serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik dan persepsi masyarakat terhadap kinerja birokrasi. Indikator efektivitas sidak yang digunakan mencakup tingkat kehadiran dan kedisiplinan pegawai, kepatuhan terhadap prosedur kerja, kualitas pelayanan, dan kepuasan masyarakat. Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya praktik indisipliner dan rendahnya kualitas pelayanan di beberapa satuan kerja, yang menyebabkan ketidakpuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan yuridis-normatif, yang menekankan interpretasi terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan terkait pelaksanaan sidak, sekaligus mengkaji praktik implementasinya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sidak yang dilakukan langsung oleh Wakil Bupati secara signifikan meningkatkan kedisiplinan pegawai, memperbaiki kualitas pelayanan, dan memperkuat citra birokrasi. Persepsi masyarakat terhadap kinerja aparatur menjadi lebih positif karena mereka merasa dilibatkan dalam pengawasan dan perbaikan pelayanan publik. Penelitian ini juga menemukan bahwa sidak mampu mendorong partisipasi publik dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah, sehingga memperkuat prinsip good governance. Keterbatasan penelitian terletak pada penggunaan data kualitatif yang berasal dari dokumentasi dan wawancara terbatas, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati. Kesimpulannya, sidak merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kedisiplinan birokrasi dan membentuk persepsi positif publik terhadap pelayanan dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Kuningan.
Copyrights © 2025