Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi jamaah terhadap pemateri internasional dan lokal dalam kegiatan kajian ba’da Maghrib di Masjid Ibrahim As-Sa’id Islamic Center Karanganyar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamaah menafsirkan dakwah pemateri internasional sebagai pengalaman spiritual yang berwibawa dan penuh otoritas keilmuan (ethos), sementara pemateri lokal diresepsi secara lebih interaktif dan emosional (pathos) karena kedekatan bahasa, budaya, dan konteks sosial. Kajian internasional memperkuat wawasan dan kesadaran religius, sedangkan kajian lokal memperkuat pengamalan praktis nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini mengonfirmasi relevansi teori resepsi, retorika publik, dan persuasi dalam memahami efektivitas komunikasi dakwah. Sinergi antara pemateri internasional dan lokal membentuk keseimbangan antara keilmuan global dan kearifan lokal, menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran dan transformasi sosial keagamaan.
Copyrights © 2025