Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah komoditas hortikultura yang sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan, mendukung industri pengolahan, dan meningkatkan perekonomian di tingkat lokal. Saat ini, ketersediaan bibit unggul di Kabupaten Wonosobo masih berada pada level rendah, hanya mencakup sekitar 2% dari total kebutuhan, sehingga dibutuhkan penerapan teknologi inovatif untuk pembibitan. Program pengabdian kepada masyarakat ini mengimplementasikan sistem aeroponik dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang mencakup perancangan greenhouse aeroponik, sosialisasi, pelatihan teknik kultur jaringan, aklimatisasi planlet, dan dukungan intensif untuk 30 peserta (15 anggota Kelompok Tani Mulyo dan 15 anggota masyarakat umum). Greenhouse dilengkapi dengan struktur baja ringan, penutup plastik yang tahan UV, sistem ventilasi, serta irigasi kabut dengan tekanan tinggi, sehingga akar tanaman dapat tumbuh menggantung, menerima nutrisi secara optimal, terhindar dari patogen, dan menghasilkan bibit G0 yang berkualitas tinggi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan petani dalam menggunakan teknologi aeroponik, serta menghasilkan bibit kentang G0 yang sehat, seragam, dan bebas dari penyakit, mendukung kemandirian di sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas hortikultura di wilayah setempat.
Copyrights © 2025