Goa Ngerong di Desa Rengel, Kabupaten Tuban, tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai ruang budaya yang erat akan nilai spiritual dan kearifan lokal. Tradisi, mitos, dan legenda yang mengelilingi goa ini, seperti kisah Raden Arya Bangah, mitos ikan keramat, dan ritual Manganan, telah menjadi bagian penting dalam pelestarian lingkungan dan warisan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Manganan Ngerong berperan sebagai instrumen konservasi lingkungan berbasis budaya lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka yang menelaah literatur ilmiah dan sumber-sumber lokal terkait praktik budaya di Goa Ngerong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap makhluk keramat, larangan adat, dan praktik ritual tahunan memiliki dampak signifikan dalam membentuk norma konservasi ekologis dan sosial di masyarakat. Tradisi Manganan tidak hanya merepresentasikan penghormatan terhadap leluhur dan alam, tetapi juga memperkuat kohesi sosial serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 11 dan SDG 15). Dengan demikian, kearifan lokal terbukti sebagai elemen penting dalam pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Copyrights © 2025