Abstrak Artikel ini membahas konservasi berbasis budaya sebagai strategi pelestarian sumber air di kawasan Petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Mojokerto, Jawa Timur. Petirtaan Jolotundo merupakan situs cagar budaya yang memiliki nilai spiritual, ekologis, dan sosial tinggi, serta dijaga melalui praktik budaya turun-temurun, melalui upacara Ruwat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis isi untuk mengidentifikasi peran kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Ruwatan tidak hanya menjadi perwujudan nilai-nilai spiritual masyarakat, tetapi juga mencakup aktivitas pelestarian lingkungan seperti Manunggaling Tirta, penanaman pohon, dan pelepasan burung yang berkontribusi pada pelestarian sumber air dan vegetasi di kawasan Petirtaan Jolotundo. Kualitas air Jolotundo tetap sangat baik, dengan debit air yang stabil, serta lingkungan sekitar yang masih asri dan terjaga. Keterlibatan aktif masyarakat dalam ritual dan pelestarian lingkungan membuktikan bahwa pendekatan budaya dapat menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan krisis ekologi. Konservasi berbasis budaya ini terbukti mendukung pelestarian sumber daya air secara berkelanjutan serta memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat.
Copyrights © 2025