Penelitian ini bertujuan untuk memahami dilema etika yang dialami auditor dalam praktik audit menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan pada salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surabaya dengan melibatkan 7 auditor sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa auditor menghadapi dilema etika yang bersumber dari tekanan klien, keterbatasan waktu dan fee audit, serta hierarki organisasi. Dilema ini menciptakan konflik antara standar profesional dengan realitas praktik yang menimbulkan dampak emosional berupa stress dan kelelahan moral. Auditor mengembangkan strategi coping melalui konsultasi dan dokumentasi untuk mengelola dilema yang dihadapi. Makna independensi dikonstruksi sebagai spektrum yang fleksibel dan terus dinegosiasikan dalam praktik. Penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman mendalam tentang pengalaman subjektif auditor dan merekomendasikan pengembangan budaya organisasi yang mendukung pengambilan keputusan etis serta program pendidikan etika yang lebih kontekstual.
Copyrights © 2025