Penelitian ini mengkaji bagaimana anak-anak di Sanggar Anak Sungai Deli (SASUDE) menggunakan perangkat digital secara aman dengan menjadikan nilai-nilai Filsafat Pancasila sebagai dasar etika dalam pendidikan masyarakat. Walaupun anak-anak tidak memiliki perangkat digital pribadi, mereka sesekali memanfaatkan telepon seluler orang tua untuk hiburan. Paparan yang terbatas ini tetap menimbulkan potensi risiko seperti akses terhadap konten yang tidak sesuai usia, kurangnya pengawasan, serta minimnya pemahaman tentang etika digital. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur dari tujuh jurnal dan lima buku akademik, penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila khususnya sila kedua dan kelima—relevan sebagai fondasi pembentukan perilaku digital yang aman, bertanggung jawab, dan beradab. Hasil penelitian merekomendasikan perlunya integrasi literasi digital berbasis Pancasila dalam kegiatan pendidikan masyarakat untuk memperkuat keamanan digital anak di SASUDE.
Copyrights © 2026