Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Lombok Barat dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) periode 2018–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari BPKAD Lombok Barat. Analisis data dilakukan melalui perhitungan laju pertumbuhan, analisis kontribusi, dan analisis overlay untuk memetakan potensi setiap jenis pendapatan ke dalam empat kategori kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur PAD sangat tersumbat pada lima jenis pajak utama (Hotel, Restoran, Penerangan Jalan, PBB-P2, dan BPHTB), yang mengindikasikan adanya risiko ketergantungan. Pandemi COVID-19 memaparkan kerentanan ini dengan menyebabkan kontraksi tajam pada sektor pariwisata, namun sektor ini juga menunjukkan kapasitas pemulihan yang kuat pascapandemi. Pemetaan potensi mengklasifikasikan kelima pilar tersebut ke dalam kategori Prima, sementara sebagian besar sumber pendapatan lain, seperti Pajak Parkir dan beberapa jenis retribusi, masuk ke kategori Potensial dengan pertumbuhan tinggi namun kontribusi rendah. Disimpulkan bahwa untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat perlu mempertahankan kinerja sektor prima melalui penguatan kebijakan, sekaligus fokus pada perluasan sumber pendapatan dari sektor-sektor potensial.
Copyrights © 2025