Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Vol 13, No 3 (2025): Desember 2025

Kajian Kerentanan Fisik dan Sosial Ekonomi Untuk Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir Kabupaten Bintan

Munandhar, Ariko Vega (Unknown)
Mutaqin, Bachtiar Wahyu (Unknown)
Mardiatno, Djati (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Kawasan pesisir memiliki interaksi berbagai komponen dari daratan, lautan serta aktivitas manusia yang dihadapkan oleh kenaikan muka air laut, sehingga menjadi wilayah paling rentan di bumi. Kabupaten Bintan memiliki Kawasan pesisir yang berhadapan dengan laut terbuka dan mengalami perkembangan sektor wisata. Tujuan penelitian yaitu menilai kerentanan kawasan pesisir Kabupaten Bintan. Penilaian menggunakan integrated Coastal Vulnerability index (ICVI) berdasarkan parameter fisik dan sosial ekonomi yang dikombinasikan dengan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil Penelitian menunjukkan kerentanan fisik pada kategori sedang (1,79%), tinggi (17,77%), dan sangat tinggi (80,45%) dengan kontribusi terbesar yaitu bentuk lahan dan elevasi. Semakin tinggi tingkat kerentanan fisik menunjukkan bentuk lahan yang lebih rentan dengan elevasi yang semakin rendah. Kerentanan sosial ekonomi berada pada kategori rendah (1,02%), sedang (51.19%), tinggi (6,89%), dan sangat tinggi (40,11%) dengan kontribusi terbesar yaitu kepadatan penduduk. Semakin tinggi tingkat kerentanan sosial ekonomi menunjukkan semakin tinggi nilai dan sistem sosial ekonomi suatu wilayah. Tingkat kerentanan wilayah berada pada kategori sedang (9,72%), tinggi (48,30%) dan sangat tinggi (41,98%). Kategori sangat tinggi menunjukkan permukiman kepadatan tinggi di kerentanan fisik sangat tinggi. Kategori tinggi menunjukkan tidak terdapat permukiman padat namun memiliki lokasi wisata dan jalan di tingkat kerentanan fisik tinggi. Kategori sedang menunjukkan hanya terdapat lokasi wisata dan jalan pada kerentanan fisik sedang. Strategi pengelolaan kawasan pesisir tingkat kerentanan sangat tinggi melalui integrasi pola protektif dan akomodatif, tingkat kerentanan tinggi melalui pola protektif dan ,tingkat kerentanan sedang melalui pola akomodatif dan mundur. Penerapan strategi diintegrasikan dengan konsep Integrated Coastal Zone Management (ICZM) yang memperhatikan kondisi ekosistem, sosial dan kelembagaan. 

Copyrights © 2025