Latar Belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi yaitu 189 dan masih jauh dari target rencana pembangunan jangka menengah nasional rpjmn serta sustainable development goals 2030. Kunjungan antenatal minimal empat kali dan kunjungan nifas minimal tiga kali sebagai bagian continuum of care terbukti efektif mencegah komplikasi maternal, namun pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional dalam memperluas akses dan kesinambungan layanan masih belum optimal.Metode: Penelitian ini menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 dengan desain cross-sectional. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat dengan kerangka Andersen, mencakup faktor predisposing, enabling, dan need.Hasil: Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional, terutama pada peserta penerima bantuan iuran, meningkatkan pemanfaatan layanan maternal. Pendidikan dan kelas ibu hamil berperan penting, sementara komplikasi kehamilan dan disparitas geografis menurunkan kesinambungan layanan, khususnya di Sulawesi dan Maluku–Papua.Kesimpulan: Jaminan kesehatan nasional terutama skema penerima bantuan iuran, berperan penting dalam kesinambungan layanan maternal, namun efektivitasnya dipengaruhi faktor sosial-ekonomi, literasi kesehatan, dan kesenjangan geografis.
Copyrights © 2025