Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal
Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal

Pengaruh kompres lidah buaya terhadap suhu tubuh bayi pasca imunisasi pentavalen

Puspita, Yenny (Unknown)
Pratiwi, Rani Indah (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Latar Belakang: Vaksin pentavalen dapat menyebabkan demam sementara dalam 24 jam sebagai respons pembentukan kekebalan. Kompres lidah buaya, dengan kandungan air tinggi dan efek dingin alami, dapat membantu menurunkan suhu tubuh bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompres lidah buaya terhadap suhu tubuh bayi pasca imunisasi pentavalent.Metode: Jenis ujian pra-eksplorasi dengan metodologi yang digunakan adalah one collection pre-test post-test tanpa kontrol. Terdapat 60 bayi di Wilayah PMB rejang lebong yang telah menerima vaksin pentavalen, dan digunakan metode simple random sampling untuk memilih sampel sebanyak 24 bayi. Menggunakan uji matched example t test.Hasil: Penelitian mengungkapkan bahwa, sebelum mendapat kompres lidah buaya setelah vaksinasi pentavalen, rata-rata suhu tubuh bayi adalah 37,6°C,. Rata-rata suhu tubuh bayi setelah mendapat kompres lidah buaya adalah 36,6°C,. Analisis data  nilai p sebesar 0,000 (0,05) yang menunjukkan bahwa kompres lidah buaya berpengaruh signifikan terhadap suhu tubuh pasca vaksinasi pentavalent.Kesimpulan: Kompres lidah buaya efektif dalam menurunkan suhu tubuh bayi setelah imunisasi pentavalen. Intervensi ini dapat menjadi alternatif penanganan non farmakologis yang aman, mudah, dan murah mengatasi demam pasca vaksinasi.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

stikku

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal (E-ISSN 2623-1204) (P-ISSN 2252-9462) adalah jurnalilmiah (e-journal) yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember (2 isu per tahun). ...