Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gerakan sosial body positivity di media sosial serta dampaknya terhadap penerimaan diri Generasi Z di Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentas. Teknik analasis data menggunakan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, menjadi platform yang signifikan dalam menyuarakan body positivity. Representasi gerakan ini hadir melalui unggahan foto tanpa edit berlebihan, penggunaan hashtag #BodyPositivity dan #SelfLove, serta kolaborasi dengan brand yang mendukung citra tubuh alami. Analisis semiotika Roland Barthes mengungkapkan bahwa tanda-tanda visual yang ditampilkan membentuk makna denotatif, konotatif, hingga mitos mengenai penerimaan diri. Dampaknya, Generasi Z di Makassar menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, penghargaan diri, serta dukungan terhadap keragaman tubuh. Namun, terdapat pula kritik bahwa body positivity dapat disalahartikan sebagai bentuk penerimaan tanpa memperhatikan kesehatan fisik. Penelitian ini menegaskan bahwa body positivity berperan penting dalam membangun penerimaan diri dan melawan standar kecantikan yang sempit.
Copyrights © 2025