Isu global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan telah menciptakan kebutuhan pendanaan besar untuk proyek berkelanjutan, menjadikan green bond sebagai instrumen keuangan yang penting. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh kebijakan moneter (Suku Bunga Bank Sentral, Nilai Tukar, Cadangan Devisa, dan Pertumbuhan Ekonomi) dan indikator lingkungan (Emisi Karbon, dan Konsumsi Energi Terbarukan) terhadap penerbitan Green Bond di 21 negara berkembang pada tahun 2015Q1-2O24Q4. Penelitian ini menguji pengaruh jangka pendek dan jangka panjang menggunakan metode analisis Pooled Mean Group (PMG). Hasil temuan menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, konsumsi energi terbarukan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap penerbitan green bond. Sementara dalam jangka panjang, suku bunga bank sentral dan nilai tukar memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap penerbitan green bond, sebaliknya cadangan devisa, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi energi terbarukan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap penerbitan green bond.
Copyrights © 2025