Mekanisasi pertanian telah terbukti nyata dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Permasalahannya adalah Indonesia merupakan negara kepualauan terbesar di dunia dan memiliki beragam karakteristik tipe lahan pertanian. Hal ini menyebabkan penerapan dan perkembangan mekanisasi pertanian suatu daerah di Indonesia akan berbeda dengan daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis level mekanisasi dan menyusun strategi pengembangan mekanisasi pertanian di Kabupaten Bandung khususnya untuk tanaman padi sawah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan panduan kuisioner terstruktur. Level mekanisasi pertanian di hitung berdasarkan perbandingan antara ketersediaan tenaga mesin pertanian dalam satuan horse power (HP) dengan luas baku sawah dalam satuan hektar, sedangkan strategi pengembangan mekanisasi pertanian disusun berdasarkan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil analisis menunjukkan bahwa level mekanisasi pertanian kabupaten Bandung adalah 0,66 HP/Ha yang berasal dari aktivitas pengolahan tanah adalah 0,307 HP/Ha, pengairan 0,191 HP/Ha, penanaman 0,0017 HP/Ha, pemeliharaan tanaman 0,133 HP/Ha, dan pada aktivitas panen adalah 0,026 HP/Ha. Hasil analisis matrik internal eksternal diketahui bahwa strategi pengembangan mekanisasai pertanian di kabupaten Bandung adalah pertumbuhan melalui konsentrasi melalui integrasi horizontal.
Copyrights © 2025