Dalam pengelolaan proses produksi, metode yang paling sering digunakan untuk memastikan suatu proses berjalan dengan baik adalah Statistical Process Control (SPC). SPC memiliki banyak metode yang memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya, untuk mengukur stabilitas, salah satu alat SPC yang umum adalah Peta Kendali. Di sisi lain, untuk mengukur kapabilitas, salah satu alat SPC yang umum adalah Capability Report. Peta Kendali yang sederhana hanya memerlukan Batasan Spesifikasi yang menjadi pedoman sampel yang diperiksa untuk memastikan sampel yang dihasilkan memenuhi spesifikasi customer. Namun ketika nilai suatu sampel melebihi batas spesifikasi, seluruh populasi secara otomatis dikategorikan sebagai reject. Itu sebabnya kita juga perlu menggunakan Peta Kendali yang lebih kompleks. Peta Kendali yang lebih kompleks akan membutuhkan tambahan komponen yang lebih banyak untuk meningkatkan kestabilan proses produksi seperti Control Limit. Capability Report akan menunjukkan Kapabilitas proses. Pada Capability Report kita dapat melihat CpK, PpK, Mean, Standard Deviation, dan Histogram sebaran data. Di sini akan diamati semua itu di salah satu perusahaan semikonduktor terkemuka di Batam. Hasil dari pengamatan yang dilakukan adalah, perusahaan menggunakan Capability Index jenis PPK untuk mengukur kapabilitas proses secara lebih aktual. Sedangkan untuk menentukan control limit, perusahaan menggunakan control limit 3.5 sigma yang memiliki batasan control lebih lebar dibandingkan control limit yang lebih umum yaitu 3 sigma.
Copyrights © 2025