Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi di era digital telah mendorong transformasi signifikan menuju konsep desa digital yang bertujuan memperbaiki kualitas layanan publik sekaligus mendukung pembangunan masyarakat berkelanjutan. Salah satu aspek krusial dalam digitalisasi desa adalah penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengelola arsip pertanahan, khususnya dokumen Letter C yang merupakan bukti kepemilikan tanah turun-temurun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi geografis untuk mendukung digitalisasi Letter C di Desa Pandanarum menggunakan framework Laravel dan Mapbox dengan metode Rapid Application Development (RAD). Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Research and Development (R&D). Populasi terdiri dari tiga kategori: ahli IT untuk validasi teknis (3 ahli), perangkat desa yang terlibat dalam administrasi tanah (4 staf), dan masyarakat desa sebagai pengguna akhir (2 warga), dipilih melalui purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner terstruktur untuk penilaian ahli dan User Acceptance Testing (UAT), serta protokol Blackbox Testing untuk evaluasi fungsional sistem. Teknik analisis data menggunakan mixed methods yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Sistem mencapai tingkat keberhasilan fungsional 98,15% dari Blackbox Testing, skor penilaian ahli 76,67%, dan tingkat penerimaan pengguna 83,33% melalui UAT. Sistem berhasil mengintegrasikan 5 blok pemetaan dengan 100 sampel data pemilik tanah dalam satu platform terpadu. Kesimpulan: Sistem SIPROSA berhasil mengintegrasikan lima blok pemetaan dengan 100 sampel data kepemilikan tanah, mencapai tingkat keberhasilan fungsional 98,15% dan penerimaan pengguna 83,33%, sekaligus mentransformasi proses pencarian data dari jam menjadi menit untuk mendukung program digitalisasi desa nasional.
Copyrights © 2025