Bagi tim sepak bola, kehadiran supporter sangat penting saat bertanding. Selain meningkatkan semangat pemain, suporter juga dapat mengganggu mental pemain lawan sehingga tidak fokus dalam bertanding. Supporter berubah menjadi brutal karena merasa terlindungi oleh kelompoknya dan merasa kehilangan identitas diri setelah berbaur dengan kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deindividuasi supporter sepak bola dan penyebab terjadinya deindividuasi supporter sepak bola. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kulalitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan google form sebanyak 51 responden yang tergabung dalam kelompok supporter PSM Fans 1915. Metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menunjukan karakteristik individu yang mengalami deindividuasi, hal ini dapat dilihat dari jawaban mereka yang merupakan karakteristik dari perilaku deindividuasi pada subjek diantaranya adalah subjek tidak sadar saat melakukan kerusuhan atau memukuli orang. Faktor-faktor terjadinya deindividuasi diantaranya adalah anonimitas, terpecahnya tanggung jawab, anggota kelompok, arousal (keterbangkitan atau gejolak). Sedangkan situasi baru sekitar subjek mempengaruhi subjek dalam keadaan deindividuasi.
Copyrights © 2025