Mahasiswa pada tingkat akhir ini diidentifikasi sedang berhadapan dengan tekanan yang berbeda dari sebelumnya, dimana tekanan yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir lebih berat dari tingkat daripada mahasiswa awal, sehingga diharapkan agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk dapat menghadapi kesulitan, tantangan, dan tekanan akademiknya. Kemampuan tersebut disebut sebagai resiliensi akademik. Salah satu faktor dari resiliensi akademik ialah adanya gratitude. Gratitude sendiri merupakan rasa syukur atau sikap individu sebagai upaya merespon suatu hal yang diterima (Ayudahlya dan Kusumanigrum, 2019) Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari gratitude terhadap resiliensi akademik mahasiswa tingkat akhir di kota Makassar. Sampel penelitian sebanyak 354 responden mahasiswa tingkat akhir di kota Makassar. Data yang dikumpulkan menggunakan skala academic resilience (ARS-30) yang dimodifikasi dan skala siap sebar gratitude resentment and appreciation test, yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis regresi sederhana dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan positif terdapat adanya pengaruh gratitude terhadap resiliensi akademik pada mahasiswa tingkat akhir di kota Makassar dengan kontribusi sebesar 26% (p=<0.05). Semakin tinggi gratitude yang dimiliki mahasiswa tingkat akhir maka semakin tinggi pula resiliensi akademiknya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat faktor lain yang juga menjadi pengaruh terhadap resiliensi akademik diluar variabel yang telah dibahas.
Copyrights © 2025