Mahasiswa rantau sering menghadapi tantangan emosional akibat perpisahan dari rumah dan lingkungan asal, salah satunya berupa homesickness. Kondisi ini ditandai dengan kerinduan terhadap keluarga serta kesulitan beradaptasi. Faktor internal seperti self-efficacy dipandang dapat membantu individu dalam menghadapi tekanan tersebut, karena keyakinan pada kemampuan diri diyakini mampu memengaruhi cara seseorang mengahadapi tantangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap homesickness pada mahasiswa rantau di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 489 mahasiswa rantau di Kota Makassar yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi skala self-efficacy berdasarkan teori Bandura (1997) dan skala homesickness berdasarkan teori Archer dkk. (1998). Analisis data dilakukan dengan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara self-efficacy dengan homesickness pada mahasiswa rantau di Kota Makassar. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar self-efficacy kemungkinan lebih dominan dalam memengaruhi munculnya homesickness pada mahasiswa rantau di kota Makassar.
Copyrights © 2025