Studi ini menganalisis dinamika komparatif pengembangan kelembagaan ekonomi Islam di Bangladesh dan Singapura dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literatur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi utama, tantangan, dan implikasi bagi penguatan tata kelola ekonomi Islam di Indonesia. Bangladesh memprioritaskan inklusi keuangan domestik melalui perbankan syariah dalam struktur regulasi ganda, sehingga mendorong partisipasi luas masyarakat Muslim dan perkembangan layanan keuangan syariah. Sebaliknya, Singapura mengembangkan ekonomi Islam sebagai bagian dari ekosistem keuangan internasional melalui dukungan otoritas moneter, inovasi sukuk, serta orientasi pada pasar global meskipun jumlah penduduk Muslim relatif kecil. Analisis menunjukkan kedua negara menekankan kejelasan regulasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan inovasi berkelanjutan. Kajian ini menyimpulkan Indonesia dapat memperkuat kelembagaan melalui strategi hybrid yang memadukan pendekatan inklusi Bangladesh dan inovasi keuangan berorientasi global seperti di Singapura.
Copyrights © 2026