Penelitian ini menganalisis peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan atraksi di Desa Wisata Pariangan, yang menghadapi tantangan penurunan kunjungan sejak 2023 akibat kurangnya inovasi atraksi dan keterbatasan regenerasi SDM Pokdarwis. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan tiga elemen destinasi wisata Yoeti (1996): Something to See, Something to Do, dan Something to Buy. Hasil studi menunjukkan Pokdarwis berperan sentral, berhasil menjaga aset budaya/alam (Something to See), menyediakan wisata pengalaman seperti heritage walk (Something to Do), dan memperkuat UMKM Batik Kopi (Something to Buy). Kendala utama adalah SDM yang terbatas, sarana prasarana, dan promosi digital yang belum optimal. Pokdarwis disarankan untuk memperkuat regenerasi anggota dan mengoptimalkan pemanfaatan media sosial.
Copyrights © 2025