Latar belakang: Strip test human chorionic gonadotropin (hCG) merupakan alat diagnostik kehamilan yang umum digunakan, tetapi performanya bergantung pada integritas reagen dalam masa berlaku. Di fasilitas berdaya terbatas, penggunaan strip test kadaluarsa masih kerap terjadi, berpotensi menyebabkan hasil yang tidak akurat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi dampak kedaluwarsa (1 dan 2 tahun) terhadap keandalan hasil strip test hCG dibandingkan dengan strip test yang masih dalam masa berlaku. Metode: Studi eksperimen analitik dilakukan pada 22 sampel urin ibu hamil. Setiap sampel diuji secara paralel menggunakan strip test dari merek yang sama dalam tiga kondisi: tidak kadaluarsa, kadaluarsa 1 tahun, dan kadaluarsa 2 tahun. Hasil dinilai secara blinded menggunakan skala ordinal (0–3). Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank (α = 0.05). Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara ketiga kelompok (p < 0.05). Strip test kadaluarsa 2 tahun gagal menghasilkan positif jelas pada seluruh sampel, dengan 13,6% menghasilkan negatif palsu. Simpulan: Masa kedaluwarsa secara progresif menurunkan sensitivitas strip test hCG. Penggunaan strip test di luar masa berlaku, bahkan hanya 1 tahun, berisiko tinggi dan tidak direkomendasikan dalam praktik klinis.
Copyrights © 2025