Latar belakang: Keamanan anestesi spinal pada pasien HIV-positif masih menjadi perdebatan, terutama di fasilitas dengan sumber daya terbatas. Laporan Kasus: Seorang perempuan usia 36 tahun, G4P3A0, 37 minggu kehamilan, HIV-positif (dideteksi 1 bulan sebelumnya), menjalani sectio caesarea elektif. Pasien mengalami anemia (eritrosit 3,29 × 10⁶/µL) dan kecemasan praoperatif. Ia menerima transfusi 2 kolf PRC, premedikasi ondansetron, serta intervensi relaksasi napas dalam. Anestesi spinal dilakukan dengan 20 mg bupivakain hiperbarik di L3–L4. Hipotensi pasca-induksi (90/70mmHg) diatasi dengan Ringer Laktat dan efedrin. Tidak ada komplikasi infeksi atau neurologis hingga 48 jam pascaoperasi. Kesimpulan: Anestesi spinal dapat digunakan secara aman pada pasien HIV-positif yang stabil secara klinis, bahkan tanpa data imunologis lengkap, asalkan didukung manajemen anemia, dukungan psikologis, dan kesiapsiagaan mengatasi komplikasi hemodinamik.
Copyrights © 2025