Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Berdasarkan data WHO (2022), sebanyak 148,1 juta balita mengalami stunting (22,3%). Di Indonesia, prevalensi stunting tahun 2022 sebesar 21,6%, dan di Jawa Barat mencapai 21,7%. Di Kota Tasikmalaya, angka stunting meningkat menjadi 27% pada 2023. Di Puskesmas Cigeureung, kasus stunting naik dari 192 menjadi 214 balita.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional dan melibatkan 150 ibu balita yang dipilih secara simple random sampling. Analisis dilakukan dengan uji Chi Square dan regresi logistik.Hasil: Hasil menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara usia ibu, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sikap ibu dengan kejadian stunting (p < 0,05). Pengetahuan ibu memiliki pengaruh paling dominan dengan nilai OR = 52,855.Kesimpulan: Pengetahuan ibu memiliki pengaruh paling dominan dengan nilai OR = 52,855.
Copyrights © 2025