Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian global yang tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga memicu kecemasan yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status pekerjaan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik responden terhadap kecemasan.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional, yang berlokasi di RS Sayang Cianjur. Sampel dalam penelitian ini adalah 45 pasien jantung dengan teknik purposive sampling, penelitian ini menggunakan instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS), dengan analisis data meliputi chi-square dan logistic regression.Hasil: Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa variabel usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan ($p < 0,05$). Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa usia, pendidikan, dan pekerjaan secara bersamaan berpengaruh pada kecemasan, dengan pendidikan sebagai faktor yang paling dominan ($OR = 10,61$).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa usia, pendidikan, dan pekerjaan memiliki efek yang signifikan pada tingkat kecemasan pada pasien penyakit jantung. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut adalah untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi Terapi Perilaku Kognitif (CBT) sebagai upaya mengurangi kecemasan pada pasien jantung
Copyrights © 2025