Latar Belakang: Puskesmas Masyeta menjadi puskesmas dengan kasus malaria tertinggi di Kabupaten Teluk Bintuni (81,29%). Salah satu faktor tingginya kasus malaria adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan AMTSB (Appropriate Malaria Treatment Seeking Behavior). Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang berhubungan dengan AMTSB pada masyarakat Distrik Masyeta, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, tahun 2024.Metode: Penelitian menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara random purposive sampling sebanyak 86 responden. Analisis data mencakup uji univariat, bivariat (Chi Square), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Uji Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara AMTSB dengan jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, tingkat keparahan, pengaruh keluarga, dan pencegahan malaria. Namun, terdapat hubungan signifikan dengan jarak (p-value = 0,000). Uji regresi logistik menunjukkan jarak sebagai variabel paling dominan yang memengaruhi AMTSB dengan Odds Ratio 7,958.Kesimpulan: Jarak berhubungan signifikan dengan AMTSB, sementara faktor lainnya tidak
Copyrights © 2025