Latar Belakang: Anemia menurunkan jumlah sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit. Statistik Kabupaten Bantarujeg menunjukkan 353 remaja SMAN 1 Bantarujeg mengalami anemia. Studi epidemiologi tahun 2024 ini meneliti anemia di kalangan siswi di SMAN 1 Bantarujeg, Kabupaten Majalengka.Metode: Penelitian ini menggunakan strategi kasus-kontrol analitis deskriptif. Siswa SMAN 1 Bantarujeg berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan 111 responden. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan purposive sampling. Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk memeriksa data penelitian.Hasil: Uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara riwayat kesehatan, asupan pil zat besi, praktik diet, durasi menstruasi, pengetahuan, dan sikap. Status gizi tidak memengaruhi anemia pada siswi SMAN 1 Bantarujeg (p = 0,539; OR = 0,10). Durasi menstruasi merupakan prediktor utama anemia pada siswi SMAN 1 Bantarujeg.Kesimpulan: Kejadian anemia di kalangan siswi SMAN 1 Bantarujeg paling berkorelasi kuat dengan lamanya menstruasi (OR=27,572). Program skrining anemia untuk siswi direncanakan di bawah pengawasan Dinas Kesehatan.
Copyrights © 2025