ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic syndrome characterized by hyperglycemia (high blood glucose levels) resulting from reduced insulin secretion, impaired insulin activity, or both. Diabetes mellitus that is not adequately managed is likely to lead to complications such as hyperglycemia and hypoglycemia. Hyperglycemia is an abnormal increase in blood glucose levels, which often requires insulin therapy. Hypoglycemia is defined by low blood glucose levels, specifically < 70 g/dL. These complications highlight the ongoing difficulty that diabetes patients face in managing their condition, particularly in recognizing and detecting early signs and symptoms of complications. The aim of this community service activity is to assess knowledge before and after education, identify glucose levels before and after education, and provide education on the management and prevention of diabetes complications in Desa Teluk, Purwokerto Selatan. The method involves providing education on disease management and complication prevention. The activity begins with a pre-test to assess initial knowledge of DM management and complication prevention, followed by education on the five pillars of diabetes management, and concludes with a post-test covering all the material provided. After the education, it was found that, out of 25 patients in Desa Teluk, only 4 had good knowledge before the education, while 16 had good knowledge after the education. Additionally, measurements of blood glucose levels taken twice, before and after the education, showed a decrease in glucose levels among participants in Desa Teluk. The results of this activity are expected to help elderly individuals with diabetes mellitus better understand the disease, manage it effectively, and adopt healthy behaviors related to the five pillars to prevent complications. Keywords: diabetes mellitus, management, prevention ABSTRAK Diabetes melitus ialah sindrom metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia (tingginya kadar glukosa darah) sebagai akibat dari berkurangnya sekresi insulin, gangguan aktivitas insulin atau keduanya. Penyakit diabetes melitus yang kurang mendapatkan perhatian cenderung akan menyebabkan komplikasi hiperglikemia dan hipoglikemia. Hiperglikemia adalah kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang abnormal, sehingga akan disarankan terapi insulin. Hipoglikemia dikenal dengan kadar glukosa dalam darah rendah yaitu < 70 mg/dL. Komplikasi ini menunjukkan masih adanya ketidakmampuan pasien diabetes melitus dalam penatalaksanaan penyakit DM khususnya mengenal dan mendeteksi tanda dan gejala komplikasi secara dini. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah mengidentifikasi pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, mengidentifikasi GDS sebelum dan sesudah edukasi, serta memberikan edukasi penatalaksanaan dan pencegahan komplikasi DM di Desa Teluk, Purwokerto Selatan. Metode yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi terkait dengan penatalaksanaan dan juga pencegahan komplikasi. Kegiatan dimulai dengan memberikan pretest terkait dengan pengetahuan awal penderita DM terhadap tindakan tindakan penatalaksanaan dan pencegahan komplikasi DM, pemberian edukasi 5 pilar DM dan langsung dilaksanakan posttest terkait dengan keseluruhan materi yang sudah diberikan. Setelah diberikan edukasi, diperoleh hasil bahwa sebagian besar pengetahuan penderita DM di Desa Teluk sebelum dilaksanakan edukasi dari 25 penderita terdapat 4 orang kategori baik. Sedangkan pengetahuan sesudah edukasi pada 25 penderita terdapat 16 orang kategori baik. Setelah dilakukan pengukuran GDS 2 kali sebelum dan sesudah diberikan edukasi, diperoleh hasil bahwa telah terjadi penurunan glukosa pada peserta PKM di Desa Teluk. Hasil dari kegiatan ini diharapkan lansia yang memiliki diabetes melitus paham terkait penyakit diabetes melitus dan dapat melakukan penatalaksanakan dengan baik serta melakukan perilaku sehat 5 pilar untuk mencegah komplikasi. Kata Kunci: diabetes melitus, penatalaksanaan, pencegahan
Copyrights © 2025