Keterlambatan perkembangan anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi sekitar 12–15% pada balita. Di Provinsi Jawa Barat, cakupan pemantauan perkembangan anak tertinggi terdapat di Kota Bandung (48,96%). Sebagian besar penyimpangan perkembangan pertama kali terdeteksi oleh kader Posyandu, namun pemahaman kader terkait penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam penggunaan KPSP sebagai alat deteksi dini perkembangan anak prasekolah. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest posttest. Subjek penelitian terdiri dari 30 kader Posyandu yang dipilih melalui teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Bojongsoang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, lembar KPSP, dan daftar tilik keterampilan kader. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader setelah pelatihan. Rerata skor pengetahuan meningkat sebesar 3,13 (p=0,00; 95% CI: 2,50–3,75), sedangkan keterampilan meningkat dengan selisih rerata sebesar 6,43 (p=0,00; 95% CI: 5,48–7,37). Pelatihan KPSP efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pelaksanaan deteksi dini perkembangan anak prasekolah
Copyrights © 2025