Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas, menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan organ tubuh, gangguan ginjal, dan gangguan penglihatan. DMT2 menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan proyeksi peningkatan jumlah penyandang diabetes di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Pengelolaan DMT2 yang efektif bergantung pada perubahan gaya hidup pasien, termasuk pola makan, olahraga, dan kontrol gula darah, yang sering kali memicu reaksi psikologis negatif seperti kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi peran mindfulness dalam memperkuat self-management pada pasien DMT2, dengan fokus pada peningkatan kepatuhan diet dan kontrol glikemik. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis konsep berdasarkan model modifikasi Walker dan Avant untuk mengidentifikasi, mendefinisikan, dan mengonstruksi konsep mindfulness, self-management, dan intervensi perilaku. Studi literatur dilakukan untuk mengkaji atribut inti konsep-konsep ini, serta untuk menyusun kerangka kerja konseptual yang menggambarkan mindfulness sebagai mekanisme intrapersonal yang memediasi perilaku self-management. Hasil analisis menunjukkan bahwa mindfulness dapat mengurangi stres, kecemasan, dan diabetes burnout, serta berperan dalam mengurangi kadar gula darah pasien. Mindfulness juga meningkatkan kontrol diri dan self-efficacy, yang pada gilirannya memperbaiki kepatuhan pasien terhadap diet dan pengobatan, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini menyarankan integrasi mindfulness dalam praktik klinis untuk meningkatkan outcome klinis pada pasien DMT2, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperdalam pemahaman tentang penerapan mindfulness dalam manajemen diabetes. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2),Mindfulness, Self-management, Kontrol Glikemik dan Kepatuhan Diet
Copyrights © 2025