Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas, profitabilitas, dan leverage terhadap financial distress pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode krisis 2019–2020. Fenomena pandemi COVID-19 menyebabkan tekanan keuangan yang signifikan, sehingga penting untuk menguji kembali sejauh mana variabel internal perusahaan dapat menjelaskan risiko financial distress. Penelitian ini memiliki kebaruan pada pengujian komparatif variabel internal (CR, ROA, DER) terhadap kondisi distress di masa gejolak makroekonomi, di mana studi sebelumnya menunjukkan hasil inkonsisten. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi dokumentasi dan analisis regresi dengan bantuan SPSS terhadap 20 observasi data panel dari 10 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas, profitabilitas, dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress, dengan kontribusi model yang sangat rendah (Adjusted R² = 3,2%). Temuan ini menegaskan bahwa dalam periode krisis, faktor eksternal seperti gangguan rantai pasok, inflasi, dan perubahan nilai tukar lebih dominan mempengaruhi financial distress dibandingkan indikator keuangan internal. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa manajemen perusahaan perlu memperkuat pengelolaan risiko eksternal, sementara peneliti selanjutnya disarankan menambahkan variabel makroekonomi dan memperluas periode penelitian..Kata Kunci: profitabilitas; leverage; financial distress; sektor makanan dan minuman; pandemi COVID-19
Copyrights © 2025