Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bahan bangunan, khususnya toko besi, memiliki peran krusial namun sangat rentan terhadap ketidakpastian bisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen risiko (identifikasi, pengukuran, dan pengelolaan) pada 30 toko besi di Kabupaten Tegal. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert (1-5) dan dianalisis melalui Matriks Risiko (Probabilitas × Dampak) pada skala 5x5 serta statistik deskriptif. Hasil perhitungan Matriks Risiko menunjukkan bahwa seluruh risiko utama berada pada tingkat risiko sedang (nilai berkisar 9,75 hingga 14,68 dari maksimal 25), dengan risiko prioritas tertinggi adalah risiko pasar (persaingan harga) (14,68) dan risiko keuangan (piutang macet) (13,88). Analisis tambahan menunjukkan bahwa meskipun tingkat adopsi praktik pengelolaan risiko tergolong tinggi (rata-rata skor 3,97), efektivitasnya belum optimal dalam mereduksi risiko utama, sehingga terjadi kesenjangan antara praktik mitigasi yang dilakukan dan hasil pengendaliannya. Temuan ini mengimplikasikan perlunya fokus pada strategi mitigasi, khususnya penguatan manajemen likuiditas akuntansi dan diferensiasi non-harga untuk menjaga keberlanjutan UMKM.Kata Kunci: Manajemen Risiko, Persaingan Harga, Piutang Macet, Toko Besi, UMKM.
Copyrights © 2025