Keuntungan perbankan Indonesia menurun pada tahun 2020 akibat Covid-19, yang menekan permintaan kredit dan efisiensi. Pada Januari 2024, laba bersih turun sebesar 5,35% (ROA 2,71%). Biaya pendanaan meningkat akibat suku bunga global dan geopolitik. Studi ini menganalisis 10 bank terbesar di Bursa Efek Indonesia (2020-2024) dalam hal aset, utang, modal, dan profitabilitas. Studi ini menguji hipotesis menggunakan data numerik dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sepuluh bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2020 dan 2024 menjadi sampel penelitian ini. Indikator independen: NPL, BOPO, LDR; variabel dependen: kinerja keuangan (ROA). Data dikumpulkan dari laporan keuangan bank sebagai data sekunder. Menurut studi ini, NIM, BOPO, dan LDR memiliki dampak substansial atas keuntungan bank komersial di IDX (2020–2024) sebagaimana ditentukan oleh ROA. NIM yang tinggi meningkatkan efisiensi, BOPO yang tinggi mengurangi laba, dan LDR yang optimal mendukung profitabilitas. NPL tidak signifikan. Keempat variabel tersebut menjelaskan 94,44% variasi profitabilitas bank. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperpanjang durasi studi guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang profitabilitas bank. Penambahan sampel, termasuk bank non-IDX, dapat memperluas generalisasi. Pengembangan model dengan variabel selain NIM, BOPO, LDR, dan NPL diharapkan hal ini akan meningkatkan pemahaman tentang variabel-variabel yang mempengaruhi profitabilitas bank.
Copyrights © 2026