Konsep Blue Economy merupakan agenda global yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Artikel ini menganalisis keselarasan antara prinsip-prinsip global Blue Economy dan kebijakan pariwisata daerah Kabupaten Bima melalui pendekatan global–local nexus. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah dokumen kebijakan internasional, nasional, serta Peraturan Daerah Pariwisata Kabupaten Bima. Analisis dilakukan secara kualitatif untuk mengidentifikasi sejauh mana agenda global Blue Economy diadopsi dalam kebijakan pariwisata lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Perda Pariwisata Kabupaten Bima telah mencerminkan prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan, namun integrasinya masih bersifat normatif dan belum sepenuhnya menyentuh aspek operasional Blue Economy. Studi ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan lokal agar agenda global dapat diterjemahkan secara efektif di tingkat daerah. Kata Kunci: Blue Economy; Global–Local Nexus; Pariwisata Berkelanjutan; Tourism Governance; Kabupaten Bima.
Copyrights © 2026