Permasalahan penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Rendahnya pemahaman terkait cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang antibiotik secara benar dapat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko resistensi antimikroba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif dengan pendekatan edukatif berbasis konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi secara partisipatif kepada jamaah pengajian Masjid Nurul Falah, dilengkapi dengan sesi diskusi, visualisasi media edukatif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan (pretest–posttest). Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan peserta. Sebelum penyuluhan, sebanyak 44% peserta berada pada kategori pengetahuan “baik”, dan setelah kegiatan angka tersebut meningkat menjadi 97,4%. berdasarkan uji McNemar test menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Edukasi mencakup pemahaman mengenai klasifikasi infeksi, prinsip penggunaan antibiotik yang rasional, bahaya resistensi, serta tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang sesuai standar. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik secara bijak. Kata Kunci: Literasi Kesehatan, Edukasi Interaktif, Pengabdian Masyarakat, Penggunaan Antibiotik The inappropriate use of antibiotics remains a serious challenge in efforts to improve public health. This community service activity aimed to assess the level of public knowledge before and after an interactive educational session, evaluate the effectiveness of the DAGUSIBU approach, and identify the challenges and barriers in applying rational antibiotic use behavior. The activity was conducted participatively with the congregation of Nurul Falah Mosque through educational presentations, interactive discussions, visual media, and pre-test and post-test evaluations. Data were analyzed using the McNemar test through SPSS to determine differences in knowledge levels before and after the intervention. The results showed a significant increase from 43.60% to 97.40% of participants categorized as having good knowledge (p < 0.05). The main challenges identified included limited implementation time, habitual acquisition of antibiotics without prescriptions, and lack of access to accurate health information. Overall, the interactive DAGUSIBU-based education proved effective in improving public health literacy and serves as a strategic model for antimicrobial resistance prevention at the community level.
Copyrights © 2025